DURI - Aktivisme mahasiswa adalah denyut nadi perubahan. Namun di tengah gegap gempita forum, rapat, dan aksi, muncul sebuah dilema besar: apakah semua aktivitas organisasi benar-benar berdampak bagi masa depan mahasiswa, atau justru berhenti sebagai romantisme perjuangan tanpa arah?
Ketua KAMMI Duri, Efri Su’if, menegaskan bahwa organisasi bukanlah sekadar ruang berkumpul, melainkan laboratorium kepemimpinan yang seharusnya menempa karakter, kapasitas intelektual, dan kepekaan sosial mahasiswa.
“Aktif berorganisasi adalah kehormatan, tetapi tanpa visi dan proses kaderisasi yang jelas, aktivisme bisa kehilangan makna. Banyak mahasiswa sibuk bergerak, namun lupa bertumbuh. Ramai berjuang hari ini, tetapi gamang menatap masa depan,” ujar Efri Su’if.
Ia menjelaskan, dilema ini muncul ketika organisasi gagal menghadirkan nilai tambah nyata bagi anggotanya. Aktivisme yang tidak dibarengi penguatan kapasitas berpikir, kepemimpinan, dan integritas hanya akan melahirkan kelelahan kolektif, bukan kematangan pribadi. Padahal, mahasiswa sejatinya adalah calon pemimpin bangsa yang dituntut siap secara moral, intelektual, dan sosial.
Menurut Efri, organisasi mahasiswa yang ideal harus mampu menjawab tiga hal mendasar:
pertama, pembentukan karakter dan ideologi yang kokoh;
kedua, peningkatan kapasitas kepemimpinan dan manajerial;
ketiga, kepekaan sosial yang terarah pada solusi, bukan sekadar kritik.
“Aktivisme sejati bukan tentang seberapa sering kita tampil, tetapi seberapa dalam kita ditempa. Bukan tentang seberapa lantang suara kita hari ini, tetapi seberapa kuat pijakan kita untuk memimpin esok hari,” tegasnya.
Sebagai jawaban atas dilema tersebut, KAMMI Duri menghadirkan ruang kaderisasi yang terstruktur dan berorientasi masa depan melalui National Leadership Training 1 (NLT 1) KAMMI Duri. Kegiatan ini dirancang sebagai gerbang awal pembentukan pemimpin muda yang visioner, berintegritas, dan siap berkontribusi nyata bagi umat, bangsa, dan negara.
NLT 1 bukan sekadar pelatihan, melainkan proses penyadaran dan pembentukan arah hidup. Peserta akan dibekali fondasi kepemimpinan, pemahaman ideologis, serta kemampuan berpikir kritis dan strategis yang relevan dengan tantangan zaman.
“Kami mengajak seluruh mahasiswa terutama yang berada di Duri, yang gelisah dengan masa depannya, yang ingin kegiatannya bermakna untuk dimasa depan, ayo bergabung bersama KAMMI Duri. Mari menjadikan organisasi sebagai jalan tumbuh, bukan jalan jenuh,” tutup Efri Su’if.
KAMMI Duri membuka ruang bagi mahasiswa yang ingin menjadikan aktivisme sebagai investasi peradaban, bukan sekadar catatan kegiatan. Saatnya bergerak dengan arah, berjuang dengan makna, dan memimpin dengan nilai.
Bergabunglah bersama KAMMI Duri.
Ikuti National Leadership Training 1 (NLT 1).
Mari bersama KAMMI Duri bergerak berdampak dari Duri untuk Indonesia














Tidak ada komentar:
Posting Komentar